Fates Warning ― A Pleasant Shades of Gray (1997)

Salah satu album progressive metal tergelap dengan clean vocal terbaik yang pernah ada.

Fates Warning ― A Pleasant Shades of Gray (1997)

Setelah merilis album "Parallels" di tahun 1991 dan album "Inside Out" di tahun 1994, Fates Warning yang merupakan salah satu band pionir genre progressive metal yang satu angkatan dengan Dream Theater dan Queensrÿche, merilis album "A Pleasant Shades of Gray" di tahun 1997 setelah band merasa "agak risih" merilis 2 album sebelumnya karena dirasa "terlalu banyak kesamaan dan tidak terlalu menonjol (di antara kedua album itu)". Album ini dirilis lewat label Metal Blade Records yang digandrung sebagai salah satu label kiblat genre metal terbaik.

Album ini merupakan album konsep dimana menceritakan tentang seseorang yang mulai tertidur di dalam kamarnya yang di luar tengah hujan dan sepi. Di moment kesepian merayapi alam mimpi itulah berbagai ingatan dan pikiran masa lalu yang buruk akan kekecewaan, penyesalan, penolakan, kesedihan, kehilangan, keresahan, dan keputusasaan tentang perkara baik terhadap diri sendiri atau hubungan dengan orang lain, mulai merasuki mimpi si tokoh utama ini yang digambarkan melalui lirik ke dalam 1 lagu besar berdurasi 53 menitan yang dibagi menjadi 12 part yang masing-masing part diberi judul "Part I", "Part II", "Part III" dan seterusnya. Kejiwaan si tokoh utama (yang selanjutnya bisa silahkan digambarkan sebagai "aku", "kita" atau "dia", sesuai imajinasi pendengar maupun pembaca review ini) mengalami gangguan di dunia alam bawah sadarnya hingga mencapai klimaks dan resolusinya tentang bagaimana dia bisa menyelesaikan permasalahannya di dunia alam bawah sadarnya itu menjelang akhir album. Album ini pun ditutup dengan bunyi alarm weker berdering sebagai pertanda waktu tidur tokoh utama telah usai.

"A Pleasant Shades of Gray" disebut-sebut banyak disukai oleh para fans band Fates Warning maupun fans skena genre progressive metal itu sendiri, karena album ini terkenal dengan mood atmosfir gelap yang ditawarkan dimana mood album ini jarang dibawakan oleh kebanyakan band progressive metal pada saat itu (selain album Dream Theater "Awake" di tahun 1994 dan Psychotic Waltz "Into the Everflow" di tahun 1992). Selain itu, album ini juga menandakan titik awal perkembangan band Fates Warning mulai menajamkan naluri asah penulisan musik progressive metal yang semakin matang. Tak ayal, critical acclaim yang diterima album ini juga berkat sumbangsih 2 suntikan baru band Fates Warning saat itu, yaitu Joey Vera mantan pemain bass band Armored Saint, dan Kevin Moore (yup, benar) mantan keyboardis band Dream Theater yang hengkang setelah album "Awake" itu rilis.

Jika kamu familiar dengan album "Awake"-nya Dream Theater, saya berani jamin untuk mencerna album ini tidak akan ada kesusahan. Riff gitar Jim Matheos yang mencabik-cabik, dentuman bass Joey Vera yang mendentum di dinding hati, pukulan drum Mark Zonder yang presisi dan powerful, permainan keyboard Kevin Moore yang melankolis, dan tak lupa vokal Ray Alder yang epic berbaur menjadi satu perpaduan yang dahsyat "mewarnai" kegelapan album ini. Meski album ini notabene sama-sama "gelap" seperti album "Awake" Dream Theater (selain ada faktor Kevin Moore), bukan berarti album ini adalah "sebelas dua belas" atau "adik ipar"-nya album Dream Theater "Awake". Album "A Pleasant Shades of Gray" mempunyai karakternya sendiri sebagai album yang dapat diperhitungkan dan tidak bisa dianggap main-main. Bisa dianggap, antara kedua album itu ibaratnya 2 orang teman yang punya banyak kesamaan baik antara hobi maupun selera humornya, namun mereka tetap punya karakter & pendiriannya masing-masing.

"A Pleasant Shades of Gray" paling cocok didengerin ketika kamu sedang rileks (baik sambil duduk atau rebahan), tutup kuping dengan headset, scroll sambil membaca liriknya dan membayangkan suasana si tokoh utama tak bernama ini untuk mendapatkan atmosfir gelap otentik yang ditawarkan oleh album ini.

Gelapnya musik metal tidak melulu harus ditawarkan dengan vokal growl yang buas maupun tune gitar yang rendah. Album "A Pleasant Shades of Gray" yang notabene adalah salah satu album progressive metal tergelap dengan clean vocal terbaik yang pernah ada, menjadi salah satu bukti terbaik bahwa gelapnya musik metal tidak harus melulu menuruti standar klise paradigma penikmat musik.

⭐8.4/10