Sejak musik punk rock dimainkan di Amerika, rasanya bisa kita kenali kalau karakter punk rock versi orang Amerika lebih keras.
Sejak musik punk rock dimainkan di Amerika, rasanya bisa kita kenali kalau karakter punk rock versi orang Amerika lebih keras. Atau kita bisa sebut versi hardcore-nya si punk rock muncul di sana. Meski pun di UK sendiri sudah bermunculan band-band punk rock yang musiknya lebih kasar daripada versi The Sex Pistols, The Buzzcocks, Crass. Tapi justru variasi perkembangan musik lebih massive berkembang di Amerika dalam periode era American Hardcore hingga post-Grunge.
Pengaruh paling besar adalah penyebaran musik punk rock lewat rekaman video-video permainan skateboard. Dari situ musik ini dimainkan oleh orang-orang dengan beragam selera yang mereka karyakan menjadi musik punk rock versi mereka. Hasilnya beragam. Tapi di sini yang diceritain adalah bagaimana musik punk rock yang diiringi melodi atau secara vokal lebih melodius.
Dari catatan zine digital yang pernah saya baca, bahwa yang paling ngaruh banget adalah Descendents dan Dag Nasty, khususnya gitaris Brian Baker (Minor Threat). Si Descendents ini ngembangin musik punk rock yang lebih melodic. Walau jatuhnya lebih identik ke pop punk itu sendiri yang bikin mereka disebut sebagai icon pop punk sampai sekarang. Nah si Dag Nasty, ini band justru termasuk pionir post-hardcore dan emotive hardcore sampai ke melodic hardcore.
Ya ya ya dulu pasca eksodusnya American Hardcore, para pelaku skena musiknya nyari pelarian bikin musik yang lebih kalem. Nurunin intensitas dan agresifitas punk rock dengan menurunkan tempo, merendahkan distorsi hingga memberi sentuhan melodi dan harmoni pada vokal. Akhirnya melodic punk alias melodic hardcore muncul juga. Padahal awalnya paea pelaku musiknya enggan main melodic, cuma ingin mainin punk rock sekeras-kerasnya.
Bahkan band seperti Bad Religion yang di awal musiknya sefrekwensi dengan Circle Jerks pun mulai mengubah karakter musiknya. Sejak jaman Suffer udah kerasa bedanya dibanding album pertamanya. Yang paling jelas kerasa itu dari karakter vokal. Makin ke sini malah makin merdu dan melodius.
NOFX juga ngambil peran yang paling besar pengaruhnya. Mereka yang bikin musik melodic punk dengan tempo cepat. Dikarenakan mereka ingin melekatkan punk rock dengan skateboard, maka temponya dibuat cepat.
Jaman post-grunge justru jadi momentum berjayanya pop punk. Ketika punk rock semakin meluas dan menjadi sesuatu yang komersil mempengaruhi bagaimana punk rock agar bisa jadi sesuatu yang bersahabat dan lebih menjual. Punk rock yang awalnya vulgar justru jadi lebih kalem, santai, slow dan familiar. Lebih akur dengan publik, yang hasilnya adalah pop punk melejit lewat band-band yang sangat bagus promosinya. Sebut seperti Blink 182 dan Green Day.
Semakin besarnya massa pendengar pop punk, bikin band-band lawas pun akhirnya mengubah musik mereka menyesuaikan selera pasar pada momentum yang sama. Contohnya A Fire Inside (AFI). Dari segi riff gitar, AFI jelas sangat-sangat melodic, ya melodic punk. Tapi tetap saja publik sudah menerima musik punk pada masa ini sebagai pop punk. Di samping NOFX yang tetap ugal-ugalan.
Post-pop punk 2000 akhirnya menjadi titik awal kemunculan melodic punk versi baru lagi. Kali ini dengan karakter post-harcore bahkan emo. Emo ini emotive hardcore ya, bang. Bukan emo style yang bikin bingung pas ketemu hiphop emo muehehehe gaya emo, musik hiphop. Gitu aja bingung.
Oke Defeater adalah band paling terkenal mainin melodic hardcore modern. Ada juga Modern Life Is War. Tapi justru sejauh saya nyelam musik beginian, justru musik yang mereka mainin ini emang udah ada yang mainin, hanya saja ya itu dia, kurang bagus jaringannya. Kayak misal, kamu mainin melodic hardcore, ditiru orang lain dengan kemampuan modal ngeband lebih edan. Band kamu nasibnya kayak gitu terus, sementara yang niru lebih bisa ngebangun jaringan sampai bikin manajemen yang lebih baik yang bikin musik mereka terdengar ke Brazil.
Sebelum Defeater sudah nongol band Dear Tonight dengan musik yang nyaris kembar. Tapi itu dia berkat distribusi musik yang lebih baik, Defeater jadinya lebih tersohor.
Masa modern melodic hardcore ini justru jadi momentunya musik melodic hardcore dicampur-campur ke musik lain. Contoh kayak Daggermouth yang gabungin pop punk dengan melodic hardcore. Noh musiknya kayak yang dimainin juga sama Billfold. Versi lain, melodic hardcore tapi diinfus riff heavy metal kayak yang dimainin IVS. Buat yang demen Dragonforce wajib cek IVS. Experimetal kah?
Jadi banyak pilihan dong, Ya iya. Kadang kita nemu titik bosan, lari nyari musik lain yang nyerempet ke selera musik..eh nemu yang baru tapi kerasa selera musik gua ya berasa dapat penyegaran playlist.
Andai TWICE atau BLACKPINK kolab sama Totalfat bisa jadi muncul melodic k-pop j-hardcore or whatever orang mau nyebut genrenya apa. Genre cuma penjabaran jenis musik, ya kan? Dan sub genre itu hasil niru-niru genre. Gitu doang. Ya bagus atuh musik makin bervariasi. Tapi kitanya bisa nerima yang segar gak? Atau lebih nyaman sama yang sudah-sudah? Terserah.
Nyoba melodic hardcore dari yang klasik ke yang imut sampai ke yang gitarisnya shredding atau main di OTS juga ada. Tapi sayang, udah nyaman sama bacotin Nirpana, kpop, wibumusic, Queen ada ngomong arab-arabnya, cuma jadi tukang ghibah bahas sempak Lisa BlackPink. Atau jadi polisi selera musik dadakan. Hebat lah.